Peng Tao melangkah maju dengan penuh percaya diri, pedangnya bergetar oleh Qi Api yang bergejolak. Ia tidak menunggu lama sebelum meluncurkan serangan pertamanya.

"Crimson Wave Slash!"

Pedangnya menyapu udara, menciptakan gelombang api berwarna merah yang meluncur cepat ke arah Lynx. Namun, Lynx hanya memiringkan tubuhnya sedikit, membiarkan serangan itu lewat tanpa menyentuhnya.

Peng Tao menggeram, lalu melompat ke udara, mengayunkan pedangnya dengan lebih cepat.

"Scorching Sky Rend!"

Cahaya merah keemasan berkelebat saat pedangnya turun. Kali ini, Lynx hanya menggeser langkahnya sedikit, menghindari serangan dengan mudah, seolah-olah hanya sedang berjalan santai di taman.

Murid-murid Sekte Api Langit yang menonton mulai bersorak dan berteriak, menyemangati Peng Tao. Namun, wajah Peng Tao mulai memerah karena marah dan malu.

"Kau hanya menghindar?! Hadapi aku dengan benar!" teriaknya.

Lynx tersenyum tipis. "Baiklah."

Awalnya Lynx tidak ingin memperlihatkan kemampuannya, namun dia sendiri merasa bingung bagaimana cara menghadapi mereka hanya dengan tingkatan forging Qi tingkat dua. Merasa cepat atau lambat, mereka pasti akan curiga, Lynx memutuskan memberi mereka sedikit pelajaran.

Dalam sekejap, ia menggerakkan dua jarinya dan menyentil pergelangan tangan Peng Tao.

Tap!

Peng Tao merasakan tubuhnya kehilangan keseimbangan. Sebelum ia bisa bereaksi, sebuah tendangan ringan mendarat di dadanya.

Bang!

Ia terhuyung ke belakang beberapa langkah sebelum jatuh terduduk.

Keheningan menyelimuti tempat itu.

"Peng Tao kalah?" gumam seorang murid dengan tidak percaya.

Deng Wei mengerutkan keningnya, lalu melirik ke arah murid lain. "Kau yang berikutnya."

Seorang pemuda yang lebih tinggi dari Peng Tao maju. Ia berada di Forging Qi tingkat sembilan dan memiliki pengalaman bertarung lebih banyak.

Sebagai murid luar, dia memiliki potensi untuk menjadi murid inti karena tidak lama lagi, tingkatannya akan naik menjadi master foundation, sehingga dia seringkali bersikap sombong terhadap para junior atau orang-orang yang tingkatannya berada di bawahnya.

Tanpa basa-basi, ia langsung menyerang dengan jurus yang lebih kuat.

"Blazing Mountain Strike!"

Qi Api menyelimuti tinjunya, membentuk kepalan raksasa yang meluncur ke arah Lynx. Namun, Lynx menghindarinya dengan sedikit condong ke belakang.

Murid tersebut berputar, mengayunkan tendangan berapi.

"Molten Fang Kick!"

Tetapi sebelum bisa menyelesaikan gerakannya, Lynx dengan santai mengetuk lututnya dengan ujung jari.

Tak!

Keseimbangannya hilang, dan sebelum ia menyadari apa yang terjadi, ia sudah terlempar ke tanah.

"Kuh…!" Murid tersebut mencoba bangkit, tapi tubuhnya tak bisa bergerak. Lynx telah menepuk titik akupunturnya dengan gerakan secepat kilat.

Para murid semakin terkejut.

Deng Wei semakin tidak senang. "Sepertinya kita meremehkanmu," katanya dingin. "Baiklah, Kamu, majulah! tunjukkan seberapa kuat murid Master Foundation Perunggu Menengah!"

Murid yang ditunjuk oleh Deng Wei segera memberi hormat dengan semangat. Dia seorang pria dengan postur kekar dan tatapan tajam, melangkah maju ke arah Lynx. Kali ini, tekanan Qi yang dipancarkannya jauh lebih kuat.

"Nirvana Inferno Claw!"

Dengan satu langkah, ia melesat mendekati Lynx, kepalan tangannya dipenuhi nyala api putih berbentuk cakar yang meninggalkan jejak hangus di udara.

Namun, tepat saat tinjunya hampir mengenai Lynx—

Duk!

Lynx hanya mengulurkan satu jari dan menyentil dadanya.

Pemuda itu terhuyung, Qi-nya tiba-tiba buyar. Sebelum ia bisa pulih, Lynx menyentil pundaknya.

Tak!

Tubuh murid itu bergetar, lalu terjatuh dengan wajah penuh kebingungan.

Semua murid Sekte Api Langit kini benar-benar bungkam.

Deng Wei menghela napas, lalu melangkah maju sendiri.

"Aku tidak menyangka kau sekuat ini. Tapi jangan sombong dulu," katanya, matanya mulai dipenuhi semangat bertarung.

Lynx hanya tersenyum tipis. "Baguslah, seharusnya dari tadi kamu sebagai yang terkuat diantara mereka yang maju agar bisa memberikan sedikit perlawanan."

Deng Wei yang mendengar kata-kata Lynx, merasa diremehkan. Dengan segera dia mencabut pedangnya. "Aku akan serius."

Tanpa aba-aba, ia melesat dengan kecepatan tinggi, mengayunkan pedangnya dengan teknik tingkat tinggi.

"Thousand Blazing Sword Strikes!"

Puluhan bayangan pedang berkelebat, membentuk gelombang api yang mengelilingi Lynx dari segala arah.

Namun, Lynx tetap berdiri santai.

Saat tebasan pertama hampir mengenainya—

Tap!

Dengan gerakan yang nyaris tak terlihat, Lynx menepuk pedang Deng Wei dengan dua jari, membelokkannya seakan itu hanya ranting kecil.

Deng Wei merasakan kekuatan luar biasa yang tak bisa ia lawan. Sebelum ia bisa menyesuaikan diri, ia merasakan sebuah tekanan ringan di perutnya.

Duk!

Lynx hanya menepuknya dengan santai. Tapi bagi Deng Wei, itu seperti pukulan palu raksasa. Ia terlempar ke belakang, berguling beberapa kali sebelum akhirnya terjatuh dengan lutut menyentuh tanah.

Para murid hanya bisa menatap dengan mata terbelalak.

"Apa kamu lihat? Hanya dalam satu gerakan, senior Deng kalah." Kata salah satu murid dengan tidak percaya.

"Dia bahkan tidak ada mengeluarkan kekuatannya. Aku tidak merasakan fluktuasi energi qi sedikitpun darinya." Kata yang lainnya.

Lynx menyelipkan tangannya ke belakang punggungnya dan tersenyum. "Sudah selesai?"

Deng Wei menggertakkan giginya. "Aku… kalah?"

"Dia pasti curang, pasti dia menyembunyikan sesuatu sehingga bisa mengalahkanku dengan mudah. Tidak mungkin seorang forging Qi awal mampu mengalahkan master foundation. Perbedaan kami seharusnya bagaikan bumi dan langit." Batin Deng Wei dengan marah.

Lynx hanya tersenyum kecil. "Aku tidak ingin mencari masalah, tapi kurasa… apa yang aku tunjukkan sudah cukup untuk membuktikan aku layak menemui Ling Mei."

Deng Wei menggertakkan giginya, wajahnya memerah karena malu. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia kalah dengan begitu mudah dari seseorang yang hanya berada di Forging Qi tingkat dua. Tidak hanya itu, sikap santai Lynx seolah meremehkan semua usaha dan kerja keras yang ia lakukan selama bertahun-tahun di Sekte Api Langit.

Tanpa ragu, Deng Wei merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan sebuah peluit kecil berwarna merah. Tanpa berpikir panjang, ia segera meniupnya.

Fweeet!

Suara nyaring melengking, menggema di sekitar gerbang Sekte Api Langit. Lynx hanya mengangkat alis, melihat Deng Wei dengan tatapan datar. "Hm? Jadi ini reaksimu setelah kalah?"

Beberapa detik kemudian, langkah kaki terdengar dari berbagai arah. Dari dalam gerbang, sekelompok murid bergegas keluar. Sebagian besar dari mereka adalah wanita muda dengan jubah seragam sekte yang sama, dengan sulaman yang agak menyerupai Deng Wei , menandakan bahwa mereka bukan murid biasa namun bukan murid inti.

"Apa yang terjadi, Senior Deng?" tanya seorang wanita berambut panjang yang membawa pedang tipis di punggungnya.

Deng Wei segera bangkit, wajahnya berubah serius. "Orang ini datang untuk mengacau! Dia mengalahkan beberapa murid kita dengan mudah, dan aku curiga dia memiliki niat jahat terhadap Sekte Api Langit!" teriaknya dengan nada meyakinkan, meski dalam hatinya ia tahu ia hanya ingin menutupi rasa malunya.

Murid-murid wanita yang baru datang segera menyusun formasi tanpa ragu. Mereka berjumlah sekitar lima belas orang, membentuk lingkaran sempurna yang mengelilingi Lynx. Qi Api mulai berputar di sekitar mereka, menciptakan gelombang panas yang semakin meningkat. Udara bergetar oleh kekuatan mereka, dan tanah di bawah kaki mereka berderak karena suhu yang semakin naik.

Lynx menghela napas kecil, masih berdiri dengan tangan bersedekap. "Jadi, seperti ini sikap para murid sekte Api Langit? Aku dikepung tanpa diberi kesempatan untuk menjelaskan? Tidak terlalu mengejutkan."

"Diam!" bentak salah satu murid. "Siapapun yang berani melawan Sekte Api Langit akan dihancurkan!"

"Senior Deng Wei, formasi apa yang kita gunakan?" tanya murid lain dengan nada tegas.

Deng Wei menyeringai kecil, merasa sedikit lebih percaya diri dengan dukungan para murid ini. "Kita akan menggunakan Formasi Api Nirwana! Jangan beri dia celah untuk kabur!"

Begitu instruksi diberikan, para murid segera bergerak dengan presisi tinggi. Lingkaran mereka semakin menyempit, dan tiba-tiba, api menyala dari telapak tangan mereka, menyatu di udara, membentuk kubah energi yang membungkus Lynx sepenuhnya.

Wuuush!

Suhu dalam kubah meningkat drastis, membuat udara terasa menyesakkan. Formasi ini dirancang untuk mengurung lawan dalam tekanan panas yang ekstrim sebelum meluncurkan serangan mematikan.

Lynx hanya tersenyum tipis. "Oh? Formasi ini cukup menarik."

